Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2011

Jika Komodo jadi New 7 Wonder

Beberapa waktu belakangan, kita sering mendengar dan melihat kampanye yang begitu massif terkait dengan pulau Komodo. Ya...kampanye untuk mendukung Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru. Berbagai kampanye dilakukan, mulai dari iklan di televisi, media cetak, jejaring sosial macam facebook dan twitter, dan masih banyak lagi. Usaha untuk menggolkan komodo menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia barupun dilakukan dengan memberikan biaya yang sangat murah untuk vote melalui sms. Berbagai upaya itu dilakukan untuk mencapai tujuan yaitu menjadikan Komodo sebagai keajaiban dunia. Bagi para suksesor pemenangan komodo, upaya ini dimaksudkan untuk mengenalkan komodo dan dunia pariwisata di Indonesia. Setelah Borrobudur tidak lagi menjadi keajaiban dunia, sekarang Komodo diharapkan menjadi keajaiban dunia. Penentuan apakah komodo akan menjadi keajaiban dunia atau tidak adalah lewat vote dari masyarakat dunia. Jikalau Komodo tidak mendapat vote banyak maka tidak akan dianggap sebagai New 7 Wonder. Kabar terbaru menyebutkan untuk sementara Komodo masuk dalam 7 keajaiban dunia baru, namun pengumuman resmi belum dirilis. Berbagai pihak yang mendukung dengan berbagai alasan pastinya senang dan gembira jika Komodo masuk New 7 Wonder.
Nah mari kita duduk, merenung, sambil minum kopi atau rokok (kalau yang merokok) dan mengkhayal tentang komodo

Kamis, 08 September 2011

Optimisme karena nasionalis atau rasional?

Dua pertandingan awal Timnas Indonesia dalam Pra Piala Dunia putaran Grup mengalami kekalahan. Setelah kalah 3-0 oleh Iran, Indonesia juga mengalami kekalah lagi dikandang oleh Bahrain 0-2. Hal ini membuat peluang Indonesia untuk melangkah ke babak selanjutnya cukup berat. Namun banyak diantara rakyat Indonesia masih lantang mengucapkan kata “optimis” bila Indonesia mampu lolos dari grup ini. Ya…optimism memang masih disuarakan oleh pendukung setia Timnas. Namun optimism sesungguhnya bias dimaknai dua macam. Optimisme karena sikap nasionalisme atau optimism rasional.
Optimisme nasionalis kita jelas, sebagai warga Indonesia pasti harus optimis bahwa Timnas kita akan mampu, dan itu wajib karena bila seluruh elemen bangsa ini pesimis maka apa yang akan terjadi dengan bangsa ini???
Namun, secara rasional memang peluang kita cukup berat bahkan sangat berat. Diantara empat Negara yaitu Iran, Qatar, dan  Bahrain memang secara peringkat FIFA Indonesia jauh dibawah ketiga Negara itu. Iran yang merupakan langganan piala dunia jelas merupakan kekuatan paling menakutkan di grup ini, sementara Bahrai tahun lalu hamper masuk piala dunia. Ini jelas bila diatas kertas kita kalah. Di sisi lain factor stamina, pemain kita terlihat kurang maksimal, mereka kalah dari Negara – Negara arab itu. Faktor lain adalah kepelatihan Wim yang terlihat kurang bagus. Tim ini dibangun oleh Alfred Riedl dengan semangat Riedl, kemudian secara mendadak tanpa alas an jelas dig anti Wim. Ini jelas mempengaruhi Timnas. Faktor lain adalah supporter kita yang kurang dewasa. Suporter ibarat pemain ke 12 yang member semangat, namun kadang justru merugikan Timnas. Kita lihat di GBK kemarin petasan yang dinyalakan supporter Indonesia membuat nama baik serta hukuman untuk kita mengancam. Jika hukuman diberikan (pasti) maka Timnas lah yang rugi. Suporter kita masih belum layak untuk mengawal timnas kepentas dunia. Seharusnya menang atau kalah, supporter bias menerima dan bias tetap member semangat. Lihat suporter tim kelas dunia, walau kalah tetap setia. Brazil, Agrentina, Inggris, dll pernah kalah, namun tidak membuat suporter berbuat ulah tidak baik. Jadi secara rasional memang peluang Indonesia sangat berat.
Namun, apapun yang terjadi optimism nasionalis harus tetep membara…

Senin, 05 September 2011

Lebaran beda, nda’ masalah!!!


Artikel ini sudah saya buat pada tanggal 31 September 2011 namun baru sempat posting ke blog, maklum lumayan sibuk plus jaringan internet agak tidak tersambung tiap saat. Hehe.... mudah-mudahan bisa bermanfaat.
Ya...pada tahun ini Idul Fitri di Indonesia dirayakan dalam waktu yang berbeda. Muhammadiyah sudah dari awal menetapkan Idul Fitri jatuh pada hari selasa, tanggal 30 september 2011. Sementara NU dan pemerintah menetapkan Idul Fitri jatuh pada hari rabu tanggal 31 September 2011. Perbedaan ini sebenarnya bukan hal yang baru, karena pada beberapa tahun yang lalu juga terjadi perbedaan. Hal ini terkait dengan perbedaan metode yang digunakan. Yaitu:
1.      Rukyatul hilal, ialah mengamati bulan secara langsung, apabila hilal tidak terlihat (gagal terlihat), maka bulan kalender berjalan digenapkan 30 hari. Istilah penggenapan ini disebut istikmal. Metode ini pada umumnya dipakai organisasi NU. Metode ini berbegangan pada sabda Nabi, “Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang maka genapkanlah (istikmal)”.
2.      Wujudul hilal, ialah penentuan awal bulan dengan menggunakan dua pedoman, yakni itjimak / konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam dan bulan terbenam setelah matahari terbenam, maka petang hari tersebut dinyatakan sebagai awal bulan tanpa melihat berapapun sudut ketinggian bulan saat matahari terbenam. Metode ini pada umumnya dipakai Muhammadiyah. Dasar yang digunakan adalah perintah Al-Qur’an pada QS. Yunus: 5, QS. Al Isra’: 12, QS. Al An-am: 96, dan QS. Ar Rahman: 5, serta penafsiran astronomis atas QS. Yasin: 36-40.
3.      Disamping itu terdapat beberapa metode lain dengan besara sudut / angka yang berbeda.
Perbedaan metode itulah yang terkadang menyebabkan perbedaan penentuan Hari raya Idul Fitri. Namun yang menarik lagi ternyata yang merayakan Idul Fitri hari rabu hanya empat negara yaitu Indonesia, Oman, Afrika Selatan , dan Selandia baru. Sementara negara seperti Arab saudi, Mesir, Eropa, Amerika, Malaysia dan negara lainya merayakan hari selasa. Sekali lagi hal ini bukan menjadi masalah, dan tidak mesti dibuat menjadi masalah.

Senin, 22 Agustus 2011

SBY – Nazarudin berbalas surat!

Bagai orang berpacaran SBY selaku presiden RI langsung membalas surat yang dikirim oleh seorang tersangka koruptor yaitu Nazarudin. Ups...anda terkejut?? Saya pribadi terkejut lho, karena jarang – jarang presiden sempat berkirim surat dengan rakyatnya. Dan ini sangat mengejutkan dan membuat dahi mengerut, SBY dan Nazar ada apakah ini??
Ya...dalam waktu sebentar surat yang dikirim oleh sang mafia bernama Nazarudin langsung mendapat balesan dari SBY, bahkan langsung dibacakan dalam acara dengan Partai Demokrat. Tidak tanggung – tanggung, SBY dalam membacakan surat balasanya bahkan tidak sebagai pribadi atau ketua dewan pembina PD namun mengatasnamakan sebagai seorang presiden. Wah, sungguh terhormat sekali ini bung Nazarudin mendapat balasan dari seorang presiden (bukan probadi atau ketua dewan pembina PD). Mari beri tepuk tangan. Prok..prok...prok. wuek *pingin muntah*.
Kenapa saya bilang terhormat sekali si Nazar ini, karena baru saja nulis surat dan baru pertama lagi, eh...langsung dibalas oleh sang Presiden. Ibarat kata kalo mau nempak pacar, sekali tembak langsung dibales. Hal ini sangat berbeda dengan para korban pelanggaran HAM yang sudah menulis dan mengirimkan surat beratus kali kepada sang Presiden yang terhormat, namun sampai saat ini tidak ada balasan sama sekali. Para korban yang menunggu lama surat balasan hanya gigit jari mengetahui suratnya yang sudah ratusan kali dikirim tidak berbalas, sementara surat Nazar hanya sekali saja langsung dibalez.
Patut dipertanyakan, ada apa ini dengan pak presiden kita yang terhormat??? Kenapa presiden membeda-bedakan surat dari rakyatnya? Lalu kenapa yang dibales surat dari Nazar? Padahal Nazarudin itu mafia korupsi lho?? Lha ada apakah Presiden, Nazarudin, dan korupsi?
Entahlah...namun hendaklah memang harus dipahami dan memang menjadi tabiat sang Presdien kita. Beliau yang terhormat ini selalu narsis bila ada kasus menjadi sorotan media kita, apalagi kasusnya sedang ramai dibicarakan. Ibarat artis, presiden tak mau ketinggalan eksis. Agar bisa dibilang memperhatikan kasus Nazarudin, respon cepat dll. Tapi untuk kasus yang lagi nggak rame seperti pelanggaran HAM yang usang akan ditbiarkan dan ngga akan diurus. Inilah presiden kita, mau tidak mau kita harus memahaminya. Haus citra bak artis papan atas, namun minim karya.
Kita boleh marah, karena mungkin ini bentuk ketidakadilan. Namun, maklumilah Presiden kita terlalu banyak keprihatinan jadi buat apa kita prihatin dengan presiden kita. Sudahlah....
Selamat bercitra ria wahai Bapak Presiden yang terhormat.

Senin, 08 Agustus 2011

Kompleksitas Papua

Papua…
Mutiara yang penuh dengan kekayaan alam. Papua merupakan pulau yang sangat kaya akan sumber daya alam dan juga sumber daya kebudayaan. Keindahan alam dan eksotisme kebudayaanya menjadikan papua seharusnya menjadi daerah yang istimewa. Pulau paling timur di Negara Indonesia ini menjanjikan sebuah kekayaan yang kalau bias memanfaatkan akan sangat menguntungkan. Kekayaan itu sekarang bukan menjadi topic pembicaraan mengeani Papua, namun konflik yang terjadi di sana justru menjadi pemberitaan yang actual.
OPM ( Organisasi Papua Merdeka ) disinyalir menjadi otak berbagai kerusuhan di papua, mulai dari penembakan maupun kekisruhan dalam beberapa kesempatan. Tujuanya jelas mereka ingin lepas/ ingin merdeka dari Negara Indonesia. Mereka ingin merdeka dan membentuk Negara papua yang terbebas dari Indonesia. Tindakan ini dalam kaca mata NKRI jelas akan merusak NKRI karena ada slogan “NKRI harga mati”. Sehingga tak pelak pemerintah engan kekuatan TNI nya berusaha menghancurkan gerakan OPM ini.
Membicarakan Papua memang sangat komplek, tidak bias diselesaikan dengan satu atau dua tahun. Juga tidak bias diselesaikan dengan peperangan atau penghancuran gerakan OPM. Karena sejatinya gerakan yang bernama OPM ini lahir karena kekecewaan akan kondisi masyarakat Papua yang miskin dan tertinggal. Menjadi hal yang rasional bias masyarakat Papua kecewa, karena dengan alam yang kaya ternyata mereka tidak juga mengalami kemajuan dan terus tertinggal dengan yang lain. Kekayaan alam papua hanya disedot oleh Pemerintah dan juga oleh pihak asing, sementara masyarakat tidak mendapat apa – apa. Bayangkan mereka ditanah sendiri justru seakan menjadi orang lain, kekayaan emas dikuasai PT. Freeport yang telah mengeruk kekayaan bertahun – tahun.
Selanjutnya, perbedaan ras yang terjadi dengan kebanyakan masyarakat Papua terkadang memunculkan diskriminasi. Papua yang merupakan ras kulit hitam terkadang serasa dianaktirikan atau bahkan menjadi bahan tertawaan. Ini membuat masyarakat Papua merasa tidak nyaman tinggal dalam sebuah bangsa Indonesia.
Keterlibatan pihak asing juga menambah carut marut masalah di Papua. Negara – Negara barat banyak yang menginginkan Papua lepas dari Indonesia, mereka mengincar kekayaan alam yang sangat melimpah. Bahkan disinyalir dibawah tanah Papua terdapat kekayaan yang amat luar biasa dan tidak akan ditemui dibelahan bumi yang lain. Oleh karenanya, bangsa asing mencoba “memanas-manasi” agar Papua merdeka, kemudian mereka ingin mengambil alih kekayaan papua tersebut.
Butuh suatu keputusan yang arif dan tepat bila ingin melihat Papua menjadi aman dan tentram. Nukan perang, namu maslah paling mendasar yang harus ditanggulangi. Yaitu pengentasan kemiskinan dan keterbelakangan yang terjadi pada masyarakat papua. Masyarakat papua harus setara dengan masyarakat lainya di Indonesia. Selain itu juga sikap masyarakat di luar Papua juga harus memandang mereka sama dan tidak ada lagi diskriminasi baik warna kulit maupun kebudayaan.
Keadilan untuk Papua itu lah yang menjadi kunci mewujudkan papua yang damai dan sejahtera.

Oleh:
Malik Ridwan Fauzi
Sociology concern on the school

Sabtu, 23 Juli 2011

Selain pornografi, kekerasan, dan mistis; berita politik juga berbahaya bagi anak

Beberapa waktu yang lalu entah lalunya berapa lama, kita disuguhkan dengan adanya perdebatan terkait dengan bahaya tayangan pornografi, kekerasan, serta hal – hal yang berbau mistis. Ketga hal itu memang menjadi hal yang sering ditampilkan dalam media televisi kita. Hal itu dianggap berbahaya karena dapat merusak perkembangan anak serta pola pikir masyarakat. Dan hal yang paling normatif yang diutarakan adalah pornografi, kekerasan, serta tayangan berbau mistis merusak moralitas masyarakat terutama apabila ditonton oleh anak – anak. Benar sekali memang, pornografi jelas tidak diperbolehkan karena tidak sesuai dengan adab ketimuran yang dianut oleh bangsa kita, disamping itu tayangan pornografi bila ditonton anak kecil akan merusak pola pikiran anak. Kekerasan juga demikian bahaya bagi anak-anak. Tayangan kekerasan yang ditampilkan di televisi bila ditonton anak akan berdampak pada peniruan terhadap adegan – adegan kekerasan tersebut. Sudah banyak peristiwa dimana anak-anak mempraktekan adegan kekerasan terhadap teman bermainya yang mengakibatkan kecelakaan luka maupun kematian. Demikian pula dengan tayangan mistis akan berakibat merusak pola pikir rasional masyarakat dan bahkan para tokoh agama khawatir akan membawa masyarakat menjadi musrik.
Ternyata tidak hanya tiga hal itu yang berbahaya bagi perkembangan anak bila ditonton. Apakah hal itu??? Ya, Berita politik yang secara masif ditayangkan di televisi saya pikir juga berbahaya. Baru – baru ini berita terkait perpolitikan semisal yang paling hangat kasus Nazarudin dengan Anas, hampir tidap pagi, siang, sore, malam selalu menjadi berita. Ini jelas berbahaya bila ditonton oleh anak – anak. Bagaimana berbahaya? Ya, kita dipertontonkan sandiwara politik, konflik politik, perseteruan yang tidak jelas siapa yang salah dan siapa yang benar. Berita anas vs nazarudin misalnya itu menyajikan bagaimana hubungan persahabatan hancur seketika gara- gara uang. Ini pelajaran yang tidak baik tentang ketidak setiakawanan. Selain itu kebohongan atau ketidakjujuran menjadi hal yang sering kita lihat dan diperlihatkan dimedia televisi kita.
Apa jadinya jika tayangan ini ditonton anak, kemudian menelan mentah – mentah?? Jelas sangat berbahaya. Nilai ketidaksetiakawanan, kebohongan/ketidakjujuran akan merasuki generasi muda kita jikalau tayangan politk yang maha amburadul ini dipertontonkan kepada anak secara masif. Media serta para politikus kita yang seharusnya menyajikan serta memberi pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat ternyata menyuguhkan perpolitikan yang busuk, korup, serta dibumbui dengan perseteruan dan kepentingan rating. Sungguh disayangkan...
Itulah bahayanya tayangan berita perpolitikan dinegeri kita bagi perkembangan anak. Jadi jikalau anda sudah muak dengan tayangan – tayang politik kita. Hindarkan anak – anak ketika anda sedang menonton sandiwara politik di televisi kita.
Matikan TV sekarang juga, selamatkan perkembangan anak!!!

Minggu, 17 Juli 2011

Mencermati konflik politisi

Kehidupan sosial selalu dinamis, dimana dinamika sosial yang terjadi terus berubah dari zaman ke zaman. Dinamikan sosial yang terjadi yang ditengarai oleh adanya perubahan – perubahan sosial memunculkan berbagai konflik. Ya...konflik merupakan sebuah pertentyangan yang disesabkan oleh berbagai hal, dan menjadi bagian dari dinamisasi kehidupan. Konflik terkadang membuat tatanan lebih baik namun juga bisa mengakibatkan hal – hal yang tidak diinginkan.
Dalam dunia politik sangat rawan terjadi konflik. Karena pada prinsipnya politik adalah bagaimana memperoleh kekuasaan. Dalam sejarah tercacat beberapa konflik terjadi muali dari perang dunia I dan II, dan kemudian konflik antara blok AS dan blok Uni Sovyet. Banyak sebabnya mulai dari ideologi sampai pertarungan pengaruh.
Dewasa ini, di negeri ini sering kita lihat di media baik cetak maupun elektronik yaitu konflik yang terjadi di Internal partai politik tertentu, atau konflik terkait skandal bank century dll. Ini menjadi berita yang selalu muncul di TV. Mencengangkan memang melihat kelakuan para politisi yang sibuk berseteru dan tidak memikirkan rakyatnya. Apa yang menjadi penyebabnya??? Ya...sangat mengecewakan karena penyebabnya ternyata adalah UANG. Para politisi berseteru karena uang, karena krupsi, dan saling lempar kesalahan. Ini jelas menjadi cerminan bahwa politisi kita sudah buruk, korup, dan tidak lagi peduli dengan rakyat. Kasus Nazarudin yang diduga korupsi dana pembnagunan wisma atlet, kini menjadi perhatian karena membuat partainya yaitu Demokrat terjadi konflik antar anggotanya. Ini jelas hal yang sangat buruk, konflik yang terjadi ini jauh sekali dari kepentingan rakyat.
Berbeda dengan konflik sekarang ini, pada zaman kemerdekaan juga tidak terlepas dari konflik. Konflik yang terjadi misalnya antara Sekarno vs Natsir, Soekarno vs Sahrir, Tan Malaka vs Aidit semua itu dilatarbelakangi oleh ideologi, kepentingan yang prinsipil. Bikan karena uang.
Jadi bisa diakatakan, konflik yang terjadi mengalami penurunan kualitas. Kinflik yang terjadi sekarang tidak ideologis, tidak prinsipil, namun jelas karena faktor keserakahan semata. Dan kita patut prihatin dan muak dengan kelakuan para pelaku yang setiap hari nongol diberita televisi ataupun koran.

Rabu, 15 Juni 2011

Ketika Ketidakjujuran Menjadi Kesepakatan Bersama

Kejujuran sejatinya adalah suatu sikap yang sangat mulia dan menjadi sebuah nilai yang amat luhur. Kajujuran menjadi nilai yang amat sangat dinajurkan bahkan dalam agama – agama ataupun kepercayaan yang ada, kejujuran menjadi bahan ajaran yang cukup vital. Kejujuran menjadikan manusia mempunyai sikap baik dan mencerminkan keluhuran sikap.
Bangsa Indonesia adalah salah satu bangsa yang amat sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran. sebelum terbentuknya Negara Indonesia yaitu pada zaman Nusantara, nenek moyang kita sudah menanamkan nilai kejujuran yang sampai sekarang terus dijunjung tinggi. Sehingga sebenarnya tidak bisa dipisahkan antara nilai – nilai jiwa bangsa Indonesia dengan nilai kejujuran.
Dewasa ini, kejujuran ternyata mulai terancam. Nilai – nilai kejujuran yang dahulu dijunjung tingi bangsa Indonesia sekarang mulai pudar. Ketidakjujuran atau kebohongan mulai merajalela. Ketidakjujuran yang dulu sangat memalukan dan amat sangat dibenci sekarang seolah – olah bahkan nyatanya menjadi kesepakatan bersama. Orang sudah tidak malu lagi untuk berbuat tidak jujur. Banyak kita dengar dan lihat betapa ketidakjujuran merajalela dalam anggota dewan yang “tidak terhormat” disenayan. Banyak kasus korupsi, banyak mafia hukum, dan bahkan ada rekayasa kasus hukum. Ini menjadi sebuah hal yang sangat memperihatinkan. Bahkan yang terbaru adalah praktek kecurangan massal dalam Ujian Nasional yang dilakukan oleh sebuah SD di Surabaya yang akhirnya terbongkar. Yang membuat ngilu adalah sang pelapor kecurangan justru menjadi musuh bersama bagi keluarga sekolah tersebut. Ini mengindikasikan bahwa ketidakjujuran ternyata sudah mengakar dan bahkan menjadi sebuah kesepakatan bersama. dan ketika ada orang yang mau berbuat jujur justru dimusuhi bersama. Hal ini berarti ada yang salah dan aja yang berubah didalam masyarakat. Masyarakat kita ternyata sekarang semakin oportunis, semakin menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, sehingga mengabaikan nilai kejujuran.
Sekolah yang seharusnya menjadi garda terdepat yang mengajarkan kejujuran sekarang menjadi tempat sarang ketidakjujuran. Zaman yang mulai mengedepankan mengagungkan  materialisme ini membuat kejujuran terpinggirkan. Ketidakjujuran di sekolah banyak dimulai dari rekrutmen siswa yang kadang hanya melihat seberapa banyak uang yang bisa disumbangkan, kemudian praktek mencontek, sampai praktek kecurangan dalam Ujian Nasional yang semakin marak.
Ini sesungguhnya adalah sebuah masalah yang sangat besar. Ketika ketidakjujuran dianggap sebagai sebuah hal yang wajar dan menjadi kesepakatan bersama, maka ketidakadilan akan semakin marak juga. Ketika itu terjadi maka bangsa ini hanya tinggal menunggu waktu untuk terpuruk kembali.

Selasa, 03 Mei 2011

Osama tewas, akankan terorisme berhenti???

Berita yang beredar belakangan menyebutkan Osama Bin Laden sosok yang paling dicari oleh AS telah tewas terbunuh oleh pasukan AS di Pakistan. Tewasnya Osama ( tokoh yang dianggap paling bertanggung jawab atas terorisme 11 September 2011 di WTC ) dikuatkan dengan pernyataan resmi dari presiden Amerika Serikat Barack Obama. Kabar tersebut disambut meriah oleh warga AS yang bergembira atas tewasnya pemimpin AL Qaeda itu.
Kemudian pertanyaan muncul. Akankah terorisme berhenti dengan tewasnya Osama???
Ini yang sebenarnya menjadi pertanyaan substansial. Terorisme mau tidak mau menjadi ancaman bagi Negara – Negara barat (AS dan sekutunya) dan bahkan Negara – Negara seperti Indonesia juga tidak lepas dari ancaman terorisme. Kita ingat bom Bali I dan II, bom Kuningan, bom Marriot, dll menjadi bukti bahwa terorisme juga mengancam Negara Indonesia.
Kembali ke pertanyaan diatas, akankah terorisme berhenti???

Sebagian orang yang bergembira pasti akan berpendapat tewasnya Osama akan mengahiri terorisme. Namun, akan sangat mungkin bahwa terorisme akan terus berlanjut walaupun Osama bin Laten telah tewas. Osama memang orang yang sangat disegani dalam organisasi AL Qaeda, namun di Al Qaeda bukan hanya Osama saja yang mempunyai pengaruh, masih ada tokoh seperti Syaikh Ayman Al Zawahiri yang merupakan orang nomor 2 setelah Osama. Jadi masih ada potensi terorisme, bahkan mungkin juga akan lebih mengerikan pasca tewasnya Osama.

Terorisme lahir karena adanya ketidakadilan, kesewenang-wenangan. Inilah yang seharusnya diselesaikan bila ingin terorisme tidak berkembang. Selamaakar permasalahan tidak diselesaikan seperti sikap Barat ( AS dan sekutu ) yang bertindak tidak adil terhadap rakyat Palestina dan membiarkan penjajahan Israel terus menerus menindas rakyat Palestina, serta berbagai ketidakadilan lain terhadap umat Islam, maka terorisme akan terus muncul.

Jadi tewasnya Osama bukan berarti terorisme seketika mati. Selama akar permasalahan seperti kemiskinan, ketidakadilan, dll belum selesai maka potensi terorisme masih ada. Negara harus berhati – hati akan hal ini, dan upaya deradikalisasi serta perlawanan terhadap ideology terorisme  harus diupayakan oleh para tokoh agama seperti ulama, dan juga para pendidik.

Semoga Allah melindungi kita dari berbagai hal yang tidak baik.

Amin….